Sabtu, 29 Januari 2022

MATERI PELAJARAN : KEBUDAYAAN MELAYU KEPRI “Mengenal Rumah Adat Kepulauan Riau”


 


 

 

 

 

Indonesia, negeri gugusan pulau, terkenal di mata dunia karena keanekaragamannya. Salah satunya rumah adat Kepulauan Riau yang unik dan khas.

Setiap rumah adat di Indonesia mempunyai ciri khasnya sendiri, bahkan setiapnya menyimpan filosofi hidup sebagai ajaran leluhur.

 

Jenis-Jenis Rumah Adat Kepulauan Riau

Nama rumah adat kepulauan Riau adalah rumah Belah Bubung.

 

Gbr. Rumah Bubung Kepulauan Riau

 

Rumah Belah Bubung juga dikenal dengan nama rumah Rabung atau rumah Bubung Melayu. Konon, asal-usul penamaan rumah ini berasal dari orang-orang asing seperti orang Cina dan Belanda yang datang ke Indonesia.

 

Bentuk rumah Belah Bubung sama seperti dengan rumah panggung, yakni dibangun 2 meter di atas tanah dan ditopang menggunakan beberapa tiang penyangga.

 

 

Rumah adat Kepulauan Riau ini dibangun dengan menggunakan kayu sebagai materialnya dan memiliki atap yang bentuknya menyerupai pelana kuda.

Proses pembangunan rumah ini tidak boleh sembarangan karena harus melalui berbagai tahapan yang dipercaya untuk menghindarkan pemiliknya dari kesialan.

Menariknya, rumah ini juga berfungsi sebagai penanda status. Semakin besar ukuran rumah Belah Bubung yang dibangun, maka semakin berada pula orang yang membangunnya

Rumah adat ini terbagi ke dalam lima jenis rumah berdasarkan bentuk atapnya, yaitu :

1.     Balai Salaso Jatuh,

 

 

 

 

 

 


Berdasarkan namanya, “Salaso Jatuh”, rumah ini memiliki arti rumah yang memiliki selasar.

Rumah adat Balai Salaso Jatuh tidak difungsikan sebagai hunian untuk ditinggali keluarga penduduk setempat. Melainkan difungsikan sebagai tempat untuk diadakannya musyawarah atau rapat adat masyarakat Riau

Bangunan ini pun terdiri dari dari berbagai bagian yang disesuaikan berdasarkan fungsinya, seperti Balai Penobatan, Balai Kerapatan, Balairung Sari, dan sebagainya

Bangunan ini memiliki karakteristiknya sendiri dan yang paling kentara adalah adanya selasar yang mengelilingi keseluruhan bangunan.

 

 

 

 

2.     Atap Lotnik,

 

 

 

 

 

 

 


Rumah Melayu Atap Lontik juga kerap disebut sebagai Rumah Pencalang atau Lancang.

Sebutan Pencalang atau Lancang berasal dari bentuk hiasan kaki, dindingnnya yang berbentuk seperti pencalang atau kapal.

Pencalang sendiri dikenal sebagai kapal dagang Nusantara yang dibuat oleh orang-orang Melayu.

 

Disebut sebagai pencalang juga karena rumah ini umumnya didirikan di tepian sungai dan bentuk bangunannya harus menyesuaikan kondisi tersebut.

 

3.     Salaso Jatuh Kembar,

              

 

 

 

Rumah adat Salaso Jatuh Kembar adalah ikon dan simbol dari provinsi Kepulauan Riau.

Mendengar namanya, mungkin tidak jauh dengan Balai Salaso Jatuh dan memang bentuknya tidak jauh berbeda.

Bangunan ini dirancang dengan bentuk rumah panggung dan terdiri dari beberapa tingkat. 

 

 

Sama seperti Balai Salaso Jatuh, rumah ini juga tidak difungsikan sebagai tempat tinggal. Tapi untuk musyawarah dan pertemuan adat masyarakat Riau.

 

4.     Atap Lipat Kajang

 

 

 

 

Nama Lipat Kajang diambil dari bentuk rumah ini yang menyerupai perahu. Lipat Kajang sendiri menjadi nama daerah di Simpang Kanan, Aceh Singkil.

Lipat Kajang adalah bentuk dari bumbung curam yang berfungsi untuk memudahkan air hujan mengalir turun.

Namun, seiring perkembangan zaman, rumah adat ini sudah jarang dijumpai dan bahkan sudah tidak digunakan lagi.

 

5.     Atap Limas Potong.

 

 

 

 

 


Rumah adat Melayu ini adalah rumah yang paling sering digunakan mayoritas masyarakat Riau. 

Sama seperti rumah adat Riau lainnya, rumah ini juga dirancang berbentuk panggung dengan tinggi sekitar 1,5 meter. Material utama yang digunakan adalah kayu.

Semakin besar bentuk rumah ini, tandanya semakin kaya juga pemiliknya.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ingin Belajar Lebih (IBL)

Soal Pendalaman Pilihan Ganda Materi Sosiologi Kelas XI Bab 3. Perbedaan, Kesetaraan, dan Harmoni Sosial (Kurikulum Revisi 2016)

  A.        Pilihlah   jawaban   yang tepat 1.        Kondisi ketika individu hidup sejalan dan serasi serta setiap anggota masyarak...