Cuaca
dan Iklim
HujanEkstrem
di MusimKemarausampai Akhir Agustus
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
(BMKG) memperkirakanhujantetapakanmengguyursebagian wilayah Indonesia
sampaiakhirAgustus2013Hujaniniakanterusterjadi
di sejumlah wilayah yang berada di selatanekuator Indonesia.
Adanyahujanekstrem pada
musimkemarauinidisebabkan oleh gangguanpolaangin yang terusberputar di
bagianselatanPulauJawa. Hal serupapernahterjadi pada 2010.
"Suhumukalautpanasterus, jadinyatemperaturpermukaanlaut naik dan terjadipenguapan,"
kata Ketua BMKG, Sri WoroBudiharjono, di kantor BMKG, Rabu (5/6/2013)
Kutipanartikel di depanmemberiinformasibahwa
pada musimkemaraucurahhujan yang tinggimasihkerapterjadi. Hal
inidisebabkanadanyagangguanpolaangin yang terusberputar di bagianselatanPulauJawa.
Suhumukalautpanas dan terjadipenguapan, dan
terjadilahsekumpulanawanpenyebabhujant. Hal
inimembuatcuacatidakdapatdiprediksisecarapastimisalnyapagisampaisiangcuaca
sangat panas, namunmenjelang sore tiba-tibahujanderas.
1.
PengertianCuaca
dan Iklim
Cuacamerupakankeadaanudara
(atmosfer) pada saattertentu dan di wilayah tertentu yang relatifsempit dan
pada jangkawaktu yang singkat. Cuacaterbentukdarigabunganunsurcuaca, dan
jangkawaktucuacahanyabeberapa jam saja.
Iklimmerupakan rata-rata
daricuacadalamperiode yang panjang. Iklimadalahsuatukeadaanumumkondisicuaca
yang meliputidaerah yang luas.
Iklimmerupakankelanjutandarihasil-hasilpengamatan dan
pencatatanunsurcuacamulaidasawarsahinggajutaantahun. Oleh karenaitu, iklim pada
dasarnyamerupakan rata-rata darikeadaancuacahariansecaraumum. Perbedaanlainnya,
iklimbersifatrelatiftetap dan stabilsedangkancuacaselaluberubahsetiapwaktu.
2.
Unsur-UnsurCuaca
dan Iklim
a.
RadiasiMatahari
Radiasi yang
dipancarkanmatahariwalaupunhanyasebagiankecil yang diterimapermukaanbumimerupakansumberenergiutamauntuk
proses-proses fisikaatmosfer. Proses-proses
fisikaatmosfertersebutmenentukankeadaancuaca dan iklim. Udara
timbulmendankarenaadanyaradiasipanasmatahari yang diterima Sangat bumi. Tingkat
penerimaanpanas oleh bumidipengaruhi oleh beberapafaktor (Sarjani:2004).
Penerimaanradiasi di
bumi sangat bervariasimenuruttempat dan waktu. Menuruttempat, radiasidisebabkan
oleh perbedaanlintang dan dalamskalamikroarahlereng sangat
menentukanjumlahradiasi yang diterima. Menurutwaktuperbedaanradiasiterjadidalamsehari,
maupunsecaramusiman.
Secaraumum,
banyaknyapanasmatahari yang diterimapermukaanbumidipengaruhi oleh
sudutsinardatangataukemiringansinarmatahari, lamanyapenyinaranmatahari,
keadaanawan dan permukaanbumi, jarak dan tempatdarilaut, sertakeadaantanah.
1)
SudutDatangSinaratauKemiringanSinar
yang Diterima
Sudutdatangsinarmatahari,
yaitusudut yang dibentuk oleh permukaanbumidenganarahdatangnyasinarmatahari.
Makin kecilsudutdatangsinarmatahari, semakinsedikitpanas yang diterima oleh
bumidibandingkansudutdatangnyategaklurus.
Perhatikangambarsudutpenerimaansinarmatahari di samping.
Kamudapatmempraktikkannyadenganmengarahkancahayasenter pada globe.
2)
Lama Waktu PenyinaranMatahari
Makin lama
mataharibersinar, semakinbanyakpanas yang diterimabumi. Bumiterdiriatasdaratan
dan lautan. Daratancepatmenerimapanas dan cepat pula melepaskannya,
sedangkansifatlautankebalikandarisifatdaratan. Banyak
sedikitnyaawanatauketebalanawanmemengaruhipanas yang diterimabumi. Makin
banyakataumakintebalawan, semakinsedikitpanas yang diterimabumi.
3)
Keadaan Awan
Awan
merupakanpenghalangsinarmatahari yang masukkepermukaanbumi. Awan dapatmuncul di
belahanbumimanapun, tidakterkecuali Indonesia. Jumlahawan di Indonesia
dipengaruhi oleh besarnyaintensitaspenyinaranmatahari.
Panasmatahariakanmenyebabkan air di laut, sungai dan danaumenguap. Uap air
tersebutakanbergerak naik keatas, dan uap air akanmulaimenjadidingin. Hasilnya,
uap air tersebutmulaiterkondensasisehinggamembentukkembalibutiran-butiran air.
Kumpulan daributiran-butiran air di langittersebut yang kitakenalsebagaiawan.
4)KeadaanPermukaanBumi
Keadaanpermukaanbumimemilikiperbedaan,
antara lain perbedaanwarnabatuan dan penutuplahan. Batuan ataupenutuplahan yang
berwarnacerahakanlebihcepatmenerimapanasdarisinarmatahari, dan lebihcepat pula
melepaskanpanasdaripadabatuan yang berwarnalebihgelap. Begitu pula
permukaandaratanakanlebihcepatmenerima dan
melepaskanpanasdarisinarmataharidaripadapermukaanlautan.
5) Jarak TempatdariLaut
Lautdapatmemengaruhisuhuudaradiataspermukaanlautmaupunsuhuudara
di atasdaratan.
Pengaruhlautterhadapsuhuudaramenyebabkanamplitudosuhutidakterlalubesar.
Pengaruhlautsemakinkecil dan amplitudosuhuudarasemakinbesar pada tempat yang
semakinjauhdarilaut.
b.
Suhu Udara
Suhuatautemperaturudaraadalahderajatpanasdariaktivitasmolekuldalamatmosfer.
Secarafisis, suhudidefinisikansebagaitingkatgerakan yang
berasaldarimolekulbenda, makincepatgerakanmolekulnya, makintinggisuhunya.
Suhudapat pula didefinisikansebagaitingkatpanassuatubenda. Panasbergerakdarisebuahbenda
yang mempunyaisuhutinggikebendadengansuhurendah (Tjasjono:1999).
Udara
dapatmelewatkanpanasmatahari, sifatinidisebutsifatdiaterman dan hanyaterdapat
pada udaramurni. Panasmatahari yang sampai pada
permukaanbumidigunakanuntukmemanasiudara di sekitarnya. Udara
tersebutdapatmenjadipanaskarena proses konveksi, adveksi, turbulensi, dan
konduksi.
1)
Konveksi
Konveksiadalahpemanasansecaravertikal.
Persebaranpanasiniterjadiakibatadanyagerakanudarasecaravertikalsehinggaudara di
atas yang belumpanasakanmenjadipanaskarenapengaruhudara di bawahnya yang
sudahpanas.
2)
Adveksi
Adveksiadalahpersebaranpanassecara horizontal.
Persebaranpanasiniterjadisebagaiakibatgerakanudarapanassecara horizontal dan
mengakibatkanudara di sekitarnyaakanmenjadipanas.
3)
Turbulensi
Turbulensiadalahpersebaranpanassecaraberputar-putar.
Persebaranpanasiniakanmengakibatkanudara yang sudahpanasbercampurdenganudara
yang belumpanas.
4)
Konduksi
Konduksiadalahpemanasansecarakontakataubersinggunganlangsung.
Pemanasaniniterjadikarenamolekul-molekuludara yang
dekatdenganpermukaanbumiakanmenjadipanassetelahbersinggungandenganbumi yang
memilikipanasdaridalam. Molekul-molekuludara yang
sudahpanasbersinggungandenganmolekulmolekuludara yang
belumpanassehinggamenjadisama-samapanas.
c.
Tekanan Udara
Tekananudarabervariasidariwaktukewaktu dan
daritempatketempat. Makin tinggisuatutempat, makinrendahtekananudaranya.
Tekananudara pun bervariasidariwaktukewaktu. Variasiiniumumnyadisebabkan oleh
suhuudara. Udara dinginlebihberatdaripadaudarahangat. Pada saattekananudaratinggi,
cuacabiasanyakering dan cerah. Sebaliknya, saatudara naik
menyebabkanterjadidaerahtekananrendah, cuacabiasanyabasah dan berawan.
Tekananudaradapatdiukurdenganmenggunakan barometer.
d.
Angin
Anginadalahudara yang bergerakdiakibatkan oleh
rotasibumi dan juga karenaadanyaperbedaantekananudara di sekitarnya.
Anginbergerakdaritempatbertekananudaratinggiketempatbertekananudararendah. Alat
untukmengukurkecepatananginadalah anemometer.
e.
Kelembapanudara
Kelembapanudaraadalahkandunganuap air di udara
yang terdiriataskelembapanmutlak. kelembapannisbi (relatif),
maupundefisittekananuap air. Kelembapanmutlakadalahkandunganuap air per satuan
volume. Kelembapanrelatifadalahmembandingkankandungantekananuap air
aktualdengankeadaanjenuhnya. Kelembapanudaraumumnyalebihtinggi pada malamhari.
Kelembapan rata-rata harianataubulanan di daerahtropikabasahseperti Indonesia
relatiftetap, umumnya RH >60persen.
Kelembapanudaradiukurmenggunakanhigrometer yang
menggunakanrambutsebagaisensornya.
f.
Awan
Secaraumum, awanterbentukketikaudara naik
capaititikembun, suhuudaramenjadijenuh. Denganadanya inti
kondensasisepertidebu, es, dan garam, uap air
biasanyamulaimengembununtukpembentukawan. Ada
beberapamekanismeuntukpendinginanudara, yaitupendinginanadiabatik dan
pendinginankarenadipaksa naik melaluipenghalang k sepertigunung
(pengangkatanorografis). Di daerahopis, umumnya proses kondensasi dan
pembentukanawandapatterjadi pada suhutinggi (>0°C)
melaluipengangkatanudaraataukonveksialehpemanasan yang kuat. yang diakibatkan
oleh pemanasan yang kuat
g.
Curah Hujan
Hasil akhirdariperpaduanberbagaiunsurtersebut di
atasadalahhujan. Curah hujanmerupakanbanyaknya air hujan yang
jatuhkepermukaanbumi. Untukmengukurintensitascurahhujandapatmenggunakanalat
yang disebutdengan ombrometer. Dalam ombrometer terdapatgelasukur yang
akanmenampungbanyaknya air hujan. Dari air yang
tertampungtersebutakandilakukanpengukuranbesarnyaintensitascurahhujan pada
suatu wilayah.
• KlasifikasiTipeIklim
1.IklimMatahari
Iklimmataharididasarkan pada
besarnyaintensitaspenyinaranmatahariterhadapbumi yang dipengaruhi oleh letak
garis lintang. Garis lintang di bumiterbagidari 0°-90° LU dan 0°-90° LS. Daerah
denganletaklintangrendahakanmemilikiiklim yang lebihpanasdaridaerah yang
memilikiletaklintangtinggi. Sepertimisalnya Indonesia dilewati oleh garis
lintang 0⁰sehinggamemilikiiklimpanas.
Berikutpembagiandaerahberdasarkaniklimmatahari.
a.Daerah iklimtropis: 0° -23,5° LU/LS
b.Daerah iklimsubtropis: 23,5° -40° LU/LS
c.Daerah iklimsedang: 40°-66,5° LU/LS
d.Daerah iklimdingin: 66,5°-90° LU/LS
2. IklimKoppen
IklimKoppendiklasifikasikanberdasarkancurahhujan
dan temperatur. KlasifikasiiklimKoppenlebihbanyakdigemarimasyarakatumumdari
pada klasifikasiiklim yang lain. Koppenmembagiiklimdalam lima daerahiklim dan
dinyatakandalamsimbolhuruf. Perhatikan diagram IklimKopen dan
penjelasanberikut.
a.Iklim
A (IklimHujanTropis)
Iklim A (iklimhujantropis) merupakaniklim yang
memilikitemperaturbulanterdingintidakkurangdari18°C,
curahhujantahunantinggi, rata-rata lebihdari70
cm/tahun. Tumbuhanberanekaragam.
BerdasarkanklasifikasiKoppen, sebagianbesar
wilayah Indonesia beriklim A, di daerahpegununganberiklim C, dan di Puncak Jaya
Wijaya beriklim E. Tipeiklim A dibagimenjaditigasubtipe yang
ditandaidenganhurufkecil, yaitu f, w, dan m sehinggaterbentuktipeiklimAf, Aw,
dan Am.
b.Iklim B (IklimKering/Gurun)
Iklim B (iklimkering) merupakaniklim yang
terdapat di daerahgurunatau semiarid (steppa), curahhujanterendah25,5
mm/tahun, dan penguapanbesar.
c.
Iklim C (Iklim Sedang)
Iklim C (iklimsedang) merupakaniklim yang
temperaturbulanterdingin18°C
sampai -3°C.
d.Iklim D (IklimSaljuatauMikrothermal)
Iklim D (iklimsaljuataumikrothermal)
merupakaniklim yang memilikisuhu rata-rata bulanterpanaslebihdari 10°C,
sedangkansuhu rata-rata bulanterdingin -3°C.
e.Iklim E atauIklimKutub
Iklim E atauiklimkutubmerupakaniklim yang
terdapat di daerahArtik dan Antartika. Suhutidakpernahlebihdari 10°C.
Tidakmempunyaimusimpanas yang benar-benarpanas.
3. Iklim Schmidt-Ferguson
Schmidt dan Ferguson membuatpenggolonganiklimkhususdaerahtropis.
Penggolonganikliminidimaksudkanuntukkeperluanbidangpertanian dan perkebunan.
Dasar pengklasifikasianikliminiadalahjumlahcurahhujan yang
jatuhsetiapbulansehinggadiketahui rata-rata bulanbasah, lembap, dan
bulankering.
a.
Bulankeringadalahbulan-bulan
yang memilikitebalcurahhujankurangdari 60 mm.
b.
Bulanlembapadalahbulan-bulan
yang memilikitebalcurahhujanantara 60 mm-100 mm.
c.
Bulanbasahadalahbulan-bulan
yang me-milikitebalcurahhujanlebihdari 100 mm.
Dasar yang digunakan oleh Schmidt-Ferguson
dalammeggolongkaniklimadalahdenganmenghitung dan menentukanquitient (Q rerata).
Untukmenentukandigunakanrumussebagaiberikut.
Q=(Md/Mw)
x 100%
Q=Perbandinganbulankering dan bulanbasah (%).
Md = Mean (rata-rata) bulankering, yaituperbandinganantarajumlahbulankeringdibagidenganjumlahtahunpengamatan.
Mw = Mean (rata-rata) bulanbasah,
yaituperbandinganantarajumlahbulanbasahdibagidenganjumlahtahunpengamatan.
Semakinbesarnilai Q,
berartiiklimnyasemakinkering dan semakinkecilnilai Q, berartiiklimsemakinbasah.
Perhatikantabelklasifikasitipe-tipeiklimberdasarkan Schmidt dan Ferguson
berikut.